Thelivegen's Blog


INDOPENDENT MOVEMENT with ICEMA

Posted in Uncategorized oleh thelivegen pada Juni 22, 2010

Jakarta, 22 Juni 2010 – Pagelaran Indonesia Cutting Edge Music Awards yang tinggal beberapa hari lagi memasuki penutupan masa vote fase kedua, semakin gencar mengadakan pre-event sebagai reminder bagi para penggemar musik di tanah air terhadap berlangsungnya penghargaan musik cutting edge pertama di Indonesia.

Pada Jumat, 18 Juni 2010 kemarin, telah diadakan INDOPENDENT MOVEMENT with ICEMA. Acara ini diadakan oleh TraxFM Jakarta dan juga ICEMA dengan menampilkan ICEMA nominees. Acara ini berhasil merebut perhatian para pengunjung yang saat itu digelar di eX Atrium Level 1, Sudirman-Thamrin, Jakarta.

Penampilan pertama dibuka oleh personil Zeke & The Popo yang kini sedang sibuk dengan project solonya, LEONARDO. Leonardo membuka penampilannya dengan membawakan lagu dari Zeke & The Popo yang berjudul Mighty Love secara akustik. Selanjutnya Leonardo diiringi oleh Susan dari Tika & Dissident pada bass dan Uta dari Dear Nancy pada drum.

Sesaat setelah Leonardo tampil, akhirnya band yang sudah ditunggu-tunggu oleh para penggemarnya yang waktu itu datang dalam jumlah yang banyak, yaitu SOULJAH. Para penonton langsung mendekat ke bibir panggung dan ketika musik dimulai semua berdansa sesuai arahan musik dan gaya dari para vokalis SOULJAH. Penampilan SOULJAH ditutup dengan lagu I’m Free, yang merupakan jingle sebuah iklan provider ponsel.

Usai SOULJAH, kemudian acara dilanjut dengan trio rock n roll blues asal kota Bandung, 70’s ORGASM CLUB. Hentakan drum dan cabikan bass yang tidak beraturan dengan ditambah suara gitar yang begitu mencengkram telinga membuat gaduh yang indah disekitar eX yang pada saat itu dipadati oleh ratusan lebih penggemar musik.

MONKEY TO MILLIONAIRE kemudian naik keatas panggung dengan sambutan crowd yang begitu meriah. Beberapa lagu dimainkan dan semua yang berdiri di depan panggung bernyanyi. Mereka adalah band Jakarta yang sudah akrab ditelinga para pendengar muda musik Indonesia.

Penampilan terakhir ditutup oleh SUPERGLAD. SUPERGLAD merupakan sebuah band yang sudah lama berkarier dijalur musik indie Indonesia. Mereka merupakan hasil bentukan dari beberapa band lama yang dulunya juga bergerak dijalur indie. Buluk Superglad yang merupakan vokalis dari band ini mengajak para penonton tertawa karena banyolannya yang menyindir musik-musik yang populer di tanah air masa kini. Serta teman-teman dari SUPERGLAD yang apik membawa lagu-lagu sendiri dan juga sesekali bercanda dengan membawa lagu dari band Malaysia era 90’s, IKLIM yang berjudul Suci Dalam Debu dalam versi mereka.

Penonton merasa sangat terhibur dengan penampilan dari musisi-musisi yang tampil malam itu. Peserta vote on the spot juga menunjukan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah voter yang sudah memberikan suaranya selama acara berlangsung.

Iklan

ICEMA dan I-RADIO BANDUNG: “Kamus-i” di Score! Bandung

Posted in Uncategorized oleh thelivegen pada Juni 22, 2010

Jakarta, 7 Juni 2010 – Acara “pemanasan” yang digelar oleh Indonesia Cutting Edge Music Awards kali ini bertempat di kota dengan atmosfer musik cutting edge yang tinggi. Acara ini bertajuk “Kamus-i” yang merupakan kerja bareng antara ICEMA dan I-Radio Bandung yang bertempat di kawasan Ciwalk, dan tepatnya di dalam Score! Bandung pada 5 Juni 2010 kemarin.

Acara baru mulai jam 10 malam, penonton sudah mulai mengisi venue sejak jam 9 malam. Ada yang sudah datang sebelum Score! Bandung dibuka. Band pertama yang berlaga malam itu adalah SWEET PUNCH FOR KIDS (best newcomer 2010). Band cadas asal Jakarta ini membakar panggung ketika acara baru dimulai, dahsyat memang apa yang mereka lakukan. Penonton yang masih dingin mulai menggerak-gerakan telapak kakinya ketika lagu pertama sudah setengah jalan.

Walaupun sudah dibakar oleh band pertama, rasanya panggung belum porak-poranda. Penonton mulai maju satu persatu mendekati bibir panggung ketika ALONE AT LAST menghentak panggung dengan alunan yang sempat disebut oleh vokalisnya, emo. Kuartet asal Bandung ini berhasil membuat penonton bergerak tak beraturan dengan 3 lagu mereka yang dibawakan waktu itu.

ALONE AT LAST mengakhiri masa jaya musik hingar bingar di Score! Bandung malam itu. Karena band selanjutnya yang naik ke atas panggung adalah band kawakan asli Bandung dengan reputasinya yang mendunia, MOCCA, Storyteller pop itu sukses membawakan sekitar 5 lagu dengan sisipan cerita-cerita ringan Arina sang vokalis setiap jeda lagu. MOCCA tidak lupa membawakan lagu yang menjadi salah satu nominasi kategori favorit pop song, Lucky Me.

Usai mendengarkan kisah kasih MOCCA yang dikemas dengan sangat manis dengan berbagai macam beat. Lalu kemudian munculah sosok gimbal di atas panggung dengan gitar akustiknya. Mereka adalah RAY AND D’SKY, band yang pemeran utamanya Ray tersebut mengajak Ivan SLANK disemua lagu yang ditampilkan. RAY AND D’SKY sukses membius penonton dengan reggae yang santai dan juga lirik-liriknya yang mudah dicerna oleh nalar.

RAY AND D’SKY pun berlalu, penonton enggan beranjak dari venue. Mereka sadar bahwa band penutup acara ini adalah THE TREES AND THE WILD. Trio pendekar gitar asal Jakarta ini memainkan musik yang dingin namun dengan beat yang enak untuk menggoyangkan kepala. Mereka membawakan lagu-lagu dari album Rasuk yang merupakan nominasi dari kategori favorit album artwork. Lagu terakhir mereka yang berjudul Irish Girl bukanlah penutup acara tersebut karena penonton meminta encore kepada mereka. Akhirnya mereka membawakan Our Roots yang beraroma musik Sunda, cocok sekali dengan penonton Bandung.

Syarat dan Ketentuan Voting ICEMA

Posted in Uncategorized oleh thelivegen pada Mei 24, 2010
Indonesia Cutting Edge Awards

1. Setiap orang cuma boleh kasih satu pilihan untuk setiap kategori.
2. Pilih band/musisi yang benar-benar kamu jagokan karyanya. (Yakinkan pilihanmu sambil mendengarkan music mereka dan melihat profil mereka di Windows Live)
3. Boleh untuk tidak melengkapi voting di semua kategori.
4. Kamu bisa kembali lagi untuk melengkapi voting di kategori lain, tapi tidak bisa memilih ulang di kategori yang sama.
5. Wajib buat “klik” link verifikasi di email yang kami kirimkan setelah kamu submit vote, biar voting kamu bisa dihitung.
6. Waktu voting adalah:
>> 29 April 2010 – 29 Mei 2010
>> 30 Mei 2010 – 29 Juni 2010

Bottlesmoker

Posted in Uncategorized oleh thelivegen pada Mei 24, 2010
Bottlesmoker

Bagi beberapa musisi cutting edge di Indonesia, karya-karya mereka yang menyebar ke seluruh dunia bukanlah suatu hal yang asing lagi. Pemanfaatan teknologi internet yang ditunjang social media network dapat sangat membantu mereka dalam memperkenalkan karya-karyanya.

Keberadaan Bedroom Musician di Indonesia memang tidak begitu terlihat jelas dibandingkan kemunculan band-band lain. Untuk menjadi bedroom musician adalah perkara yang tidak mudah walaupun dalam merekam sebuah lagu dapat dilakukan dengan alat-alat yang terdapat di kamar saja. Namun apa yang dilakukan Bottlesmoker adalah brilian. Keterbatasan alat rekaman dan musik tidak menjadikan mereka hanya berkutat di dalam kamar saja. Dari kamar mereka justru melahirkan musik-musik yang kini sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia bahkan sampai ke Spanyol.

Bottlesmoker adalah duo elektronik yang berasal dari kota Bandung. Kota di mana lahirnya musisi-musisi berbakat berbagai genre musik. Mereka terdiri dari Angkuy dan Nobie yang masing-masing berperan saling melengkapi dalam menghasilkan musik-musik elektronik.

Oleh karena kiprahnya yang begitu fantastis dengan beberapa kali melakukan show dan juga bergabung dengan beberapa net label dalam negeri dan luar negeri, maka Bottlesmoker dengan lagunya yang berjudul “Walls” ini pantas dimasukan sebagai nominator pada Kategori Favorite Electronica Song.

http://www.icema.co.id/main-voting-nominator.php

PRESS ICEMA CONFERENCE BANDUNG: ICEMA Akhirnya Diperkenalkan di Kota Dengan Atmosfer Musik yang Tinggi

Posted in Uncategorized oleh thelivegen pada Mei 21, 2010

Jakarta, 14 Mei 2010 – Indonesia Cutting Edge Music Awards. Setelah sukses dengan press release di Yogyakarta dan Surabaya. Indonesia Cutting Edge Music Awards kembali diperkenalkan kepada masyarakat Bandung. ICEMA atau Indonesia Cutting Edge Music Awards yang merupakan ajang apresiasi musisi non-mainstream lokal yang menggunakan platform online Windows Live ini mencoba membangkitkan awareness akan penghargaan bergengsi kepada masyarakat Bandung.

Bandung yang sudah dikenal dunia sebagai tempat lahirnya musisi-musisi berbakat dari Indonesia memang dijadikan penyelenggara ICEMA sebagai salah satu tujuan utama selain Yogyakarta dan Surabaya untuk melakukan press release ICEMA. Hal ini dikarenakan atmosfer musik di kota ini begitu kental sehingga akan sangat efektif sekali apabila menunjuk tempat ini sebagai press release. Selain itu, Bandung merupakan salah satu kota terbanyak yang menyumbang nominasi di ajang Indonesia Cutting Edge Music Awards ini.

Pada kesempatan press release yang lalu pada tanggal 12 Mei 2010, bisa dianggap istimewa sekali. Hal ini disebabkan kota Bandung dijadikan tujuan roadshow terakhir dari pihak penyelenggara Indonesia Cutting Edge Music Awards. Selama berlangsungnya acara press release berlangsung begitu interaktif dengan adanya antusiasme para rekan media yang memberi pertanyaan dan segera ditanggapi dengan akrab oleh pihak penyelenggara ICEMA. Selain membuka sesi tanya jawab, acara ini juga dimeriahkan oleh performance dari band blues yaitu 70’s Orgasm Club. Penampilan dari band tersebut sebagai penanda bahwa ICEMA dengan sangat teliti memilih band-band yang masuk dalam nominasi dan salah satunya adalah 70’s Orgasm Club. 70’s Orgasm Club sendiri masuk dalam nominasi kategori Favorite Blues Song.

Dengan pelaksanaan roadshow tiga kota yang signifikan dalam perkembangan musik non-mainstream di Indonesia belakangan ini. Penyelenggara ICEMA melalui surat elektroniknya menyampaikan kepada penulis bahwa mereka sangat berterima kasih sekali atas dukungan yang penuh dari para rekan-rekan media, seluruh artis yang terlibat dan juga para penggemar musik di Indonesia. Karena atas tanggapannya yang positif dan antusiasme yang tinggi terhadap pelaksanaan pengenalan Indonesia Cutting Edge Music Awards ditiga kota tersebut sehingga dapat meningkatkan kesadaran serta respon yang baik dari masyarakat akan ajang Indonesia Cutting Edge Music Awards ini.

Indonesia Cutting Edge Music Awards Melanjutkan Perkenalan kepada Publik Surabaya

Posted in Uncategorized oleh thelivegen pada Mei 21, 2010

Penghargaan untuk Artis Non-mainstream Pertama di Indonesia
Menggunakan Platform Online Windows Live.

Surabaya, 10 Mei 2010 – Indonesia Cutting Edge Music Awards (ICEMA), sebuah penghargaan bagi pelaku musik non-mainstream di Indonesia telah diperkenalkan kepada publik Surabaya. ICEMA merupakan ajang prestasius bagi musisi yang berlaku dalam bidang musik non-mainstream dalam perkembangan musik Indonesia belakangan ini.

Dalam konferensi pers kemarin pihak penyelenggara ICEMA menjabarkan seluruh kategori yang seluruhnya berjumlah 20 kategori dan akan dipilih langsung oleh publik. Ajang ini memberikan hak penuh untuk dapat memilih langsung band-band favoritnya melalui website http://www.icema.co.id dengan bantuan referensi pertimbangan dalam memilih band-band melalui akun profile-profile WINDOWS LIVE ID band tersebut. Secara otomatis seluruh band yang terdaftar sebagai nominasi dalam ajang ICEMA ini memiliki akun tersebut. Voting akan dilaksanakan dalam 2 tahapan, tahapan pertama berlaku dari tanggal 29 April 2010 hingga 29 Mei 2010. Tahap ini merupakan voting periode pertama untuk 15 band nominator masing-masing kategori. Sedangkan tahap kedua akan dilakukan pada tanggal 30 Mei 2010 hingga 29 Juni 2010. Tahap ini adalah voting periode kedua untuk pemilihan pemenang masing-masing kategori.

Pelaksanaan press conference ICEMA di Surabaya berjalan dengan lancar dan interaktif antara penyelenggara dan teman-teman media yang hadir pada kesempatan tersebut. Press Release untuk Surabaya ini tidak dimeriahkan dengan penampilan band-band dari nominasi yang ada di ICEMA, namun tidak mengurangi kadar kemeriahan acara pada saat tersebut. Selain itu, kegiatan dipadati dengan kunjungan ke stasiun radio di Surabaya oleh pihak penyelenggara ICEMA yang berlangsung sangat akrab. Surabaya sebagai salah satu kota besar di Indonesia yang banyak melahirkan musisi cutting edge berbakat merasa perlu diperkenalkan karena untuk membangkitkan animo masyarakat Surabaya akan ajang ICEMA ini.

*****

Tentang ICEMA

ICEMA adalah sebuah ajang apresiasi bagi karya musik non-mainstream yang diadakan setiap tahun untuk mengakomodir perkembangan terkini karya musik Indonesia. ICEMA diselenggarakan dan didukung oleh komunitas musik non-mainstream Indonesia dan bersama Windows Live ICEMA membuka kesempatan untuk menemukan artis musik non-mainstream terbaik, mengkomunikasikan profil diri dan band mereka serta memilih band favorit mereka melalui platform online Windows Live.

Tentang Microsoft

Dididirikan di tahun 1975, Microsoft (NASDAQ “MSFT”) adalah pemimpin di bidang perangkat lunak, layanan dan solusi yang membantu orang dan dunia bisnis mengenali potensi maksimum mereka.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi :

• Sari Soegondo
Account Manager Weber Shandwick
P. 5292 1881 ext. 7100 E. ssoegondo@webershandwick.com

• Kunti Roostapati
Associates Weber Shandwick
P. 5292 1881 ext. 3200 E. kroostapati@webershandwick.com

PRESS RELEASE ICEMA di Jogja: Indonesia Cutting Edge Music Awards Resmi Diperkenalkan ke Publik

Posted in Uncategorized oleh thelivegen pada Mei 21, 2010

Penghargaan untuk Artis Non-mainstream Pertama di Indonesia Menggunakan Platform Online Windows Live

Yogyakarta, 11 Mei 2010 – Indonesia Cutting Edge Music Awards (ICEMA), penghargaan bagi dunia musik non-mainstream, secara resmi diperkenalkan kepada publik. ICEMA adalah sebuah ajang apresiasi bagi karya musik non-mainstream untuk mengakomodir perkembangan musik terkini di Indonesia. ICEMA diperuntukkan bagi karya-karya musik yang lahir dengan semangat pembaharuan dan menawarkan keragaman pilihan musik bagi publik. ICEMA juga mengumumkan daftar nominasi band-band terbaik yang terbagi dalam 20 kategori untuk dipilih langsung oleh publik. Program ini memberikan hak sepenuhnya kepada publik untuk dapat memilih langsung band favorit mereka melalui platform online hanya dengan mengunjungi http://www.icema.co.id. Satu akun dengan alamat atau identitas apa pun dapat digunakan untuk memilih 1 band favorit dalam setiap kategori, namun jika penggemar ingin mengetahui lebih lanjut tentang profil band-band nominator tersebut maka mereka harus memiliki akun Windows Live ID untuk melakukan eksplorasi lebih dalam. Voting sendiri berlangsung selama dua bulan hingga 29 Juni 2010 untuk menentukan pemenang dari setiap kategori yang akan diumumkan pada bulan Juli mendatang. “ICEMA adalah wadah apresiasi dan penghargaan bagi komunitas-komunitas musik di seluruh Indonesia, khususnya musik yang dihasilkan oleh komunitas-komunitas musik non-mainstream yang berkembang pesat. Hal ini tidak lepas karena penerimaan dan dukungan para penggemarnya. ICEMA menjadi salah satu ajang penghargaan terhadap karya musik Indonesia untuk menanggapi perkembangan terkini di dunia musik Indonesia.”, ujar Denny Sakrie, pengamat musik yang telah lama mengamati perkembangan musik di Indonesia dan bertindak sebagai Koordinator Dewan Kategorisasi ICEMA. “ICEMA sendiri menawarkan berbagai pilihan karya musik yang beragam, sebagai hasil dari penjelajahan musikal yang dinamis dan olah ekspresi yang tanpa batas. Ini merupakan salah satu fenomena proses transformasi di dalam dunia musik.”, tambahnya.

Dewan Kategorisasi ICEMA didukung oleh nama-nama yang tidak asing di dunia musik, seperti Adib Hidayat (Managing Editor majalah Rolling Stone Indonesia), Eric Wiryanata (penulis dan pemilik Deathrockstar.Info), Indra Ameng (Seniman, Kurator Program Ruang Rupa dan manajer band) dan Sandra Asteria (Music Director Trax FM Jakarta). Dewan ini telah menyaring lebih dari 400 band untuk mencari sejumlah band yang layak masuk ke dalam 20 kategori. “Merupakan tugas yang berat bagi kami untuk menentukan nominator-nominator ini. Namun berdasar tinjauan sejumlah aspek seperti originalitas hasil karya, kekuatan pencitraan karakter band, tema-tema baru di dalam lirik lagu, dan tentunya perpaduan musik dengan liriknya, kami yakin band-band ini memang layak untuk diperkenalkan kepada masyarakat. Contohnya dari Yogyakarta kami memilih Melancholic Bitch, Airportradio, Zapatista, Dubyouth, Innerlight, Shaggy Dog dan masih banyak lagi sebagai nominator.”, imbuh Denny. Berbeda dengan proses pemilihan program apresiasi lainnya, ICEMA menggunakan platform online untuk memungkinkan publik menyumbangkan dukungannya secara langsung. Sebaliknya, semua band nominator di tiap kategori dapat memanfaatkan platform Windows Live untuk mengkomunikasikan diri, berpromosi dan menggalang dukungan dari para penggemarnya. Periode pemilihan pertama untuk menentukan 5 band paling diminati di setiap kategori akan dimulai sejak hari ini hingga 29 Mei 2010. Dilanjutkan dengan tahap pemilihan kedua mulai 29 Mei hingga 29 Juni 2010 untuk menentukan pemenang yang akan diumumkan pada tanggal 18 Juli 2010. Sementara itu ICEMA juga membuka kesempatan bagi artis musik non-mainstream baru untuk berpartisipasi mendaftarkan karyanya juga mulai hari ini hingga 29 Mei 2010. Pendatang-pendatang baru yang berhasil bertahan di peringkat 100 besar dan terus mendapat dukungan publik hingga 29 Juni 2010 akan berkesempatan terpilih sebagai 10 Best New Comers yang juga akan diumumkan di puncak acara. Craig Law Smith, Marketing Director, Microsoft Online Service Group, South East Asia mengemukakan, “Kami sepenuhnya menyadari bahwa saat ini jejaring sosial telah berevolusi tidak hanya sebagai platform komunikasi, namun telah menjadi media untuk memperluas jaringan kerja dan menciptakan aktualisasi diri. Microsoft Windows Live berbangga dapat menjadi bagian dari ICEMA dan ikut mendukung perkembangan musik non-mainstream di Indonesia.”

Ia juga menegaskan bahwa ICEMA merupakan program yang tepat untuk menunjukkan keunggulan Microsoft Windows Live dalam memfasilitasi kebutuhan sekaligus memperkuat hubungan antara musisi non-mainstream dengan khalayaknya dalam bertukar informasi, melakukan kegiatan pemasaran serta menghimpun dukungan terhadap musik mereka. Craig mengatakan bahwa, “ICEMA membuka kesempatan bagi publik untuk mengetahui lebih banyak tentang artis favorit dan memilih lagu-lagu mereka melalui plaform LiveGen@Windows Live”. Platform ini berintegrasi dengan sejumlah jejaring sosial misalnya Facebook, Twitter, Flickr, MySpace dan YouTube, dengan demikian Windows Live menyederhanakan dunia online itu sendiri. Di satu pihak band nominator dapat mempromosikan profil mereka dan di lain pihak penggemar dapat mengikuti aktivitas-aktivitas mereka. Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan melalui Windows Live oleh band nominator antara lain adalah mengatur profil band mereka semenarik mungkin di Windows Live Profile, mengedit video klip dengan aplikasi Windows Live Movie Maker lalu berbagi dengan semua orang melalui Windows Live SkyDrive, mengunggah foto-foto pertunjukkan melalui Windows Live Photo Gallery, menginformasikan jadwal pertunjukkan band melalui Windows Live Calendar dan membuka interaksi langsung dengan penggemar melalui Windows Live Messenger atau dengan mengintegrasikan sejumlah situs media sosial paling populer. ICEMA juga akan hadir dalam serangkaian program promosi di kota Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya sepanjang bulan Mei 2010 mendatang.

*****

Tentang ICEMA ICEMA adalah sebuah ajang apresiasi bagi karya musik non-mainstream yang diadakan setiap tahun untuk mengakomodir perkembangan terkini karya musik Indonesia. ICEMA diselenggarakan dan didukung oleh komunitas musik non-mainstream Indonesia dan bersama Windows Live ICEMA membuka kesempatan untuk menemukan artis musik non-mainstream terbaik, mengkomunikasikan profil diri dan band mereka serta memilih band favorit mereka melalui platform online Windows Live.

Tentang Microsoft Dididirikan di tahun 1975, Microsoft (NASDAQ “MSFT”) adalah pemimpin di bidang perangkat lunak, layanan dan solusi yang membantu orang dan dunia bisnis mengenali potensi maksimum mereka.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi : • Sari Soegondo Account Manager Weber Shandwick P. 5292 1881 ext. 7100 E. ssoegondo@webershandwick.com • Kunti Roostapati Associates Weber Shandwick P. 5292 1881 ext. 3200 E. kroostapati@webershandwick.com

BATIK TRIBE

Posted in Uncategorized oleh thelivegen pada Mei 21, 2010

Batik Tribe adalah grup hip hop yang berasal dari Jakarta. Cukup dengan 4 anggota saja yang terdiri dari DJ S’TEA (DJ/PRODUCER/EMCEE), COOl B (EMCEE/B-BOY), WIZZOW (PRODUCER/EMCEE), DELLA MC (EMCEE/BEATBOX). Genre musik mereka adalah Hip Hop/Rap/Turntablism.

Awal terbentuknya mereka dimulai pada akhir tahun 2007, ketika itu mereka berempat bertemu di studio salah satu anggota grup musik ini, WIZZOW. Pada pertemuan pertama yang menjadi tonggak sejarah tersebut, mereka membicarakan konsep musik yang akan diusung ke depannya nanti. Setelah seminggu bergabung, mereka belum juga dapat menemukan nama yang pas bagi mereka. Namun proses kreatif sudah dilakukan dengan beberapa kali merekam materi-materi lagu pada setiap minggunya dihari Rabu. Ketika mereka sudah merekam lagunya yang kurang lebih berjumlah 7 lagu, akhirnya mereka mencetuskan sebuah nama yaitu BATIK TRIBE.

Sampai saat ini, mereka sudah merilis 1 album yang diberi nama “MELANGKAH”. Album ini diberi judul tersebut karena memiliki arti setiap kita harus terus melangkah walaupun banyak rintangan dan masalah, karena satu langkah tetap lebih baik dari pada terdiam. Proses rekaman album ini memakan waktu selama 3 bulan. Dalam proses pembuatan album ini banyak artis yang terlibat seperti Ras Muhamad, Saykoji, Sister Duke, Miss JayDee dari Soul ID, Kryptik dari Belanda dan Duvz dari Australia.

Jangan lupa vote BATIK TRIBE dengan lagu yang judulnya INDO (YO.EY) untuk Kategori Favorite Hip Hop/R and B Song dalam ajang Indonesia Cutting-Edge Music Award 2010 (ICEMA).

Untuk lebih tahu mengenai mereka. Silahkan kunjungi winlive mereka di sini

OBROLAN GENG NONGKRONG SAMA 70’S ORGASM CLUB

Posted in Uncategorized oleh thelivegen pada Mei 4, 2010

Ngomong – ngomong soal musik dan karkateristik, gw jadi inget seorang temen yang bisa dibilang nyentrik. Kita sebut aja Mawar bukan nama sebenarnya.

Mawar ini seorang cowo, umurnya sekitar 25 – 28 Tahun. Dia kerja disalah satu perusahaan yang bergerak dibidang sound system. Tangannya dipenuhi dengan gelang – gelang karet dan gelang lainnya yang ngga gw kenal asalnya darimana. Rambutnya gimbal, aksesorisnya berwarna Hijau, Kuning, Merah dan tentu saja aliran musik yang dia suka adalah Underground.

Sebelum gw terusin apakah ada yang aneh sama mawar ?. Kalo lo sepakat sama gw, tolong jangan ketawain temen kita yang satu ini. Karena dia ngga suka kalo rambut gimbalnya, gayanya, dan “hobi”nya dia dikait-kaitkan sama taste musiknya.

Mungkin diluar sana banyak Musisi yang gaya-nya sedikit beda sama musiknya, ada yang terkonsep, dan ada juga yang memilih dijalur aman, cukup pake T-Shirt, Jeans, dan Sepatu Sneakers. Terlepas dari itu, jangan tanya soal skill dan seberapa kreatif mereka dalam bermusik. Di Indonesia, nama mereka tercatat sebagai nominator – nominator ICEMA (Indonesia Cutting Edge Music Awards), yang bisa lo liat di http://www.icema.co.id.

Beberapa musisi yang musik dan, karakteristiknya menarik kita sebut aja The Upstairs, Seringai, 70’s Orgasm Club, Endah N Rhesa, C.U.T.S, dll. Boleh kita nilai, kalo ngebangun karakteristik sebuah Band lewat Fashion itu cukup pentingnya, seperti ngebangun rumah dengan design-nya. Ya, kurang lebih analogi-nya seperti itu. Penilaian yang beda, gw dapet dari temen – temen Geng Nongkrong seperti Aditya Rowley Pratama dia bilang “gak tlalu mntingin fashion c band gw..hehe” , Mahaputra Adihermono “Sbg salah satu karakter yg memperkuat. Kalo fashion biasa aja, artinya band itu sangat kuat di lirik. Contoh: iwan fals”, Dra Culamerahitam “yoi… gw stju bgt m pndptny sdr Mahaputra”, dan Itu beberapa pendapat yang ada di social networknya Geng Nongkrong.

Yuk kita cari tau, seperti apa sih referensi fashion 70’s Orgasm Club salah satu nomintaor dikategori Blues Song …

Menurut informasi yang gw dapet dari Manager 70’s Orgasm Club, referensi fashion mereka adalah band dan penyanyi soul atau funk di Tahun 70an. Item fashion yang identik dengan 70’s orgasm club adalah vest, sneakers model 70an, all star convers, suede wallabe model. Dan yang sangat identik dengan ant adalah kemeja denim bahan jeans yang sering dipake Bob Marley dan topi vedora juga macam – macam topi unik vintage lainnya. Beberapa band atau penyanyi yang stylenya menjadi referensi 70’s Orgasm Club adalah Jackson 5, Marvin Gaye, dan Bob Marley.

Temen – temen Geng Nongkrong. Jangan lupa visit dan vote Musisi non mainstream kesukaan lo di http://www.icema.co.id juga perhatiin perkembangan nominator – nominator di Best New Comer.

311 LIVE IN CONCERT @TENNIS INDOOR SENAYAN. March 30 2010

Posted in Uncategorized oleh thelivegen pada Maret 30, 2010

seperti biasa, java menyelenggarakan event music yang turut mengundang band yang berasal dari Nebraska yaitu 311. dengan durasi 110 menit mereka dapat membawakan 23 lagu dengan baik, aksi panggung yang seru dan fantastic, di tambah dengan Bass Solo oleh P-Nut, dan Drum solo oleh Chad, dan di perlengkap dengan permainan gamelan yg kompak dari mereka…

4000 penonton penuh mengisi ruangan tennis indoor senayan, dan semua ikut bernyanyi bersama 311. hits-hits seperti Love Song, Amber, Beautiful Disaster, Don’t Thread on Me, dan lain-lain membuat penonton tercengang dan ikut sing a long, di mulai dari jam 8 malam hingga jam 10an malam, 311 berhasil menggebrak jakarta !

tapi kalau di perhatikan lebih detail lagi, sound yang di berikan kurang memuaskan, hanya bermodalkan “LOUDNESS” saja tetapi kurang berat, mungkin monitor kurang menaikan volume bass di mixer jadi terdengar agak tenggelam bassnya…akan tetapi overall acara sudah dapat di bilang bagus, hanya Java mungkin harus lebih banyak belajar dari yang sudah-sudah.

ANEHNYAAA, tiba-tiba saja 311 minta di pesankan NASI TUMPENG sebelum acara di mulai, waah tau saja yaa mereka budaya yg berlaku di indonesia hahaha
tetapi kami puas dengan acara yang di selenggarakan oleh Java tersebut.

ayo tingkatkan kualitas bangsa, dan biarkan dunia tau, indonesia bukan negara sembarang kalo ngomong soal music ! mudah-mudahan di tahun-tahun yang akan datang mereka masih mau main di indonesia lagi. well done guys, lets roll the music !.

Laman Berikutnya »